Sabtu, 21 Januari 2012

Skenario Sesal Selamanya

I
Sudah sangat lama rasanya
tak lukihat seulas senyum
siluet bayanganmu berjalan menjauh
jangan salahkan aku,
bukan hati ingin menjemput penyesalan panjang
biar saja semua menjadi sejarah terkenang
karna aku pun tak pernah tahu telah mempersiapkan
sebuah skenario penyesalan
kisah yang membuatku tak bisa melangkah ke depan
sudah lama rasanya
tapi tak jua aku bisa berhenti menyesal

II
katakanlah apakah aku sudah terlambat untuk mengurai kabut-kabut penyesalan?
mengakhirinya dengan senyuman
melewatinya tanpa tekanan
masih milikkukah kesempatan itu?
yang pernah kulempar jauh dari hatiku
karena aku takut memaknai waktu
berjalan di kesunyian tanpa kepastian
rendezvous...
mengapa kabut tak juga hilang

III
aku memandang kereta melaju pergi
tak terasa air mata mengalir menyesali
hal-hal yang pernah kuingini

aku pernah ingin sekali naik kereta api
dan akhirnya aku menginjakkan kaki digerbongnya
tapi sebelum kereta itu berjalan,
aku merasa ragu dan takut
hendak dibawa kemana aku pergi

akhirnya aku memutuskan untuk tinggal sambil berfikir
berjalan mengikuti laju lambat kereta
tapi kereta itu semakin cepat berjalan

aku baru sadar, aku benar-benar ingin pergi
tapi aku tak mungkin mengejar
kereta itu tak mungkin kembali ke tempatku berdiri
aku menyesal

0 komentar:

Posting Komentar