Rabu, 31 Mei 2017

Lihat, Ibu! Apa yang Ada di Langit?

Yeay, buku Tante Fi sudah datang!

Sejak bicaranya mulai lancar, Arfan semakin sering bertanya tentang apa saja. Kadang-kadang, Ibu sampai bingung mau jawab apa. Sudah dijelaskan pun pertanyaannya masih sering diulang-ulang. Yah, namanya juga anak-anak. Pembelajar alami.

Seperti kalau sedang melihat langit saat cerah, mendung, atau hujan, selalu datang pertanyaan. Kenapa awannya putih? Kenapa hujannya sedikit? Kenapa langitnya menyala? Kenapa dan kenapa yang seolah tiada habisnya.

Baginya, melihat fenomena alam yang berkaitan dengan langit, sangatlah menarik. Ah, pas sekali ini sama buku-buku Seri Cerita Cuaca-nya Tante FiFadila. Yuk lah Dek, kita baca sama-sama.

Minggu, 15 Januari 2017

Panen Ide dengan Metode Korita

Sejak membaca ulasan Mas Ganda Rudolf tentang Cerpen-gram di blog rumahjamurkurcaci.com, saya jadi penasaran ingin membaca bukunya sendiri. Beruntung penulisnya, Pak Peng Kheng Sun, ikut mengomentari postingan ulasan tersebut di facebook. Saya jadi punya kesempatan untuk memesan langsung buku Cerpen-gram pada beliau. Ketika sampai, saya tidak hanya mendapatkan buku Cerpen-gram, tapi Pak Peng juga memberi saya bukunya yang berjudul Korita.

Buku Korita dan Cerpen-Gram yang ditulis oleh Pak Peng Kheng Sun

Minggu, 21 Februari 2016

Cerita Anak : Teman Baru



Gambar dari : https://mentoringku.files.wordpress.com/2011/06/akhwat.png
Kelas Qila, kedatangan murid baru. Namanya Nisa. Sejak pertama kali Qila melihat teman barunya itu, Qila merasa ia tidak akan cocok berteman dengan Nisa. Saat Nisa mengulurkan tangan untuk mengajak Qila bersalaman, Qila hanya menyentuhkan ujung jarinya saja. 

“Kenapa sikap kamu begitu, La?” tanya Fitri, teman sebangku Qila.

“Habis dia dekil. Tuh lihat bajunya, kucel tidak disetrika. Jangan-jangan belum mandi,” cibir Qila.

“Hush, jangan suudzon!” tegur Fitri.

Sabtu, 20 Februari 2016

Femina No 6, 12 Februari 2016 : Harta Karun

Tulisan ini, dimuat di rubrik Gado-Gado di Majalah Femina. Ada proses yang panjang dari menulis naskah ini hingga akhirnya dicetak di majalah.

Sebelum dimuat, saya memang sudah mendapat pemberitahuan dari Femina. Sekaligus permintaan mengirimkan surat pernyataan bermaterai. Sekitar sebulan lebih seminggu kemudian, cerita ini tampil di sana.

Naskah Gado-Gado yang saya posting di blog ini, masih versi asli. Sedangkan yang dimuat sudah disunting dan beberapa dipotong. Mungkin karena terlalu panjang. Hehehe. 

Kalau teman-teman punya pengalaman pribadi yang berkesan, bisa juga lho ditulis dan dikirimkan ke rubrik ini. Panjangnya maksimal 3 halaman folio, ketik 2 spasi. Nama tokoh dan tempat kejadian boleh disamarkan. Tapi kejadiannya bukan fiktif ya. Pengirimannya bisa melalui email kontak@femina.co.id.
  

Bobo Edisi 41 : Ogie



Ogie
Oleh Dian Sukma Kuswardhani

            Pak Mitmut kesal sekali. Ia harus memperbaiki tempat tinggalnya yang rusak. Menurut Pak Mitmut, semua itu karena Ogie gajah yang tidak hati-hati.
            Ogie menggoyang-goyangkan belalainya. Ia sudah minta maaf, tapi Pak Mitmut masih saja cemberut.