Minggu, 21 Februari 2016

Cerita Anak : Teman Baru



Gambar dari : https://mentoringku.files.wordpress.com/2011/06/akhwat.png
Kelas Qila, kedatangan murid baru. Namanya Nisa. Sejak pertama kali Qila melihat teman barunya itu, Qila merasa ia tidak akan cocok berteman dengan Nisa. Saat Nisa mengulurkan tangan untuk mengajak Qila bersalaman, Qila hanya menyentuhkan ujung jarinya saja. 

“Kenapa sikap kamu begitu, La?” tanya Fitri, teman sebangku Qila.

“Habis dia dekil. Tuh lihat bajunya, kucel tidak disetrika. Jangan-jangan belum mandi,” cibir Qila.

“Hush, jangan suudzon!” tegur Fitri.

Sabtu, 20 Februari 2016

Femina No 6, 12 Februari 2016 : Harta Karun

Tulisan ini, dimuat di rubrik Gado-Gado di Majalah Femina. Ada proses yang panjang dari menulis naskah ini hingga akhirnya dicetak di majalah.

Sebelum dimuat, saya memang sudah mendapat pemberitahuan dari Femina. Sekaligus permintaan mengirimkan surat pernyataan bermaterai. Sekitar sebulan lebih seminggu kemudian, cerita ini tampil di sana.

Naskah Gado-Gado yang saya posting di blog ini, masih versi asli. Sedangkan yang dimuat sudah disunting dan beberapa dipotong. Mungkin karena terlalu panjang. Hehehe. 

Kalau teman-teman punya pengalaman pribadi yang berkesan, bisa juga lho ditulis dan dikirimkan ke rubrik ini. Panjangnya maksimal 3 halaman folio, ketik 2 spasi. Nama tokoh dan tempat kejadian boleh disamarkan. Tapi kejadiannya bukan fiktif ya. Pengirimannya bisa melalui email kontak@femina.co.id.
  

Bobo Edisi 41 : Ogie



Ogie
Oleh Dian Sukma Kuswardhani

            Pak Mitmut kesal sekali. Ia harus memperbaiki tempat tinggalnya yang rusak. Menurut Pak Mitmut, semua itu karena Ogie gajah yang tidak hati-hati.
            Ogie menggoyang-goyangkan belalainya. Ia sudah minta maaf, tapi Pak Mitmut masih saja cemberut.

Bobo Edisi 40 : Obat Anti Linglung



Obat Anti Linglung
Oleh Dian Sukma Kuswardhani

            Kurcaci Lilo kena marah lagi. Istrinya minta dibelikan gula, tapi ia malah membawa pulang terigu. Akhirnya ia harus kembali ke pasar untuk menukarnya.
            “Mungkin kau sudah mulai tua, Lilo. Jadi sering lupa alias pikun,” ujar Sisil, kurcaci yang menjual terigu pada Lilo. Untungnya Sisil masih mau mengganti terigu Lilo dengan sekantung gula.

Bobo Edisi 38 : Roti Manis Kurcaci Rovio



Roti Manis Kurcaci Rovio
Oleh Dian Sukma Kuswardhani

Setiap kali melewati toko roti kurcaci Bred, kurcaci Rovio selalu sengaja berjalan lambat. Aroma roti yang baru dipanggang menggelitik hidungnya. Kalau sudah begitu, ia pasti akan singgah membeli beberapa buah roti lezat Bred.