Sabtu, 21 Januari 2012

Caping Gunung

ndek jaman berjuang
njur kelingan anak lanang
mbiyen tak openi
ning saiki ana ngendi

jarene wis menang
keturutan sing digadang
mbiyen ninggal janji
ning saiki apa lali

ning nggunung tak cadhongi sego jagung
yen mendung tak silihi caping gunung
sukur bisa nyawang
gunung desa dadi reja
dene ora ilang
nggone pada lara lapa

Tulisan di atas adalah lirik sebuah lagu campursari yang judulnya Caping Gunung. Lagu ini adalah salah satu lagu kesukaan bapak. Karena sering diputar, aku jadi ikutan suka, apalagi makna yang dikandung lagu itu juga bagus. Kalau aku diminta mengartikan lirik lagu itu, agak susah karena pas diubah ke bahasa Indonesia keindahan liriknya jadi hilang. Tapi aku coba sebisaku ya.

Caping Gunung

di jaman berjuang
jadi teringat pada putraku
dulu kurawat
tapi sekarang ada dimana

katanya sudah menang
tercapai apa yang diinginkan
dulu pernah berjanji
tapi apakah sekarang sudah lupa

di gunung, kusiapkan nasi jagung
kalau mendung, kupinjami caping gunung
syukur bisa melihat
gunung desa jadi sejahtera
tidak hilang/tidak sia-sia
semua yang sudah dilakukan dengan susah payah

Temen-temen tahu caping ga? Caping itu topi dari anyaman bambu berbentuk kerucut yang biasa dipakai petani di sawah. Kenapa lagu ini judulnya Caping Gunung? Aku juga ga tahu, hehehe…

Lagu ini berkisah tentang orangtua yang merindukan anaknya. Kenangan tentang masa lalu, saat masa perjuangan, membuatnya teringat pada anak lelakinya yang pergi berjuang. Dulu dirawat, disayang, tapi sekarang tak tahu dimana keberadaannya. Waktu sudah lama berlalu, bahkan desa yang ditinggalkannya telah berubah menjadi lebih baik, tapi sang anak yang dirindu tak kunjung pulang.

Keadaan sudah berbeda. Kemenangan sudah diraih. Cita-cita yang diimpikan sudah tercapai. Ketika pergi, dulu berjanji untuk kembali. Apakah sekarang sudah lupa dengan kampung halaman atau malah telah berpulang ke pangkuan ibu pertiwi. Tidak ada kepastian baginya.

Kisah yang tersurat dari lirik ‘ning nggunung tak cadhongi sego jagung, yen mendung tak silihi caping gunung’ adalah orangtua itu berangan, seandainya anaknya pulang, di rumah sudah disiapkan nasi jagung yang biasa mereka makan seperti dulu untuk mengenang masa lalu dan melepas kerinduan. Kalau langit mendung pertanda hujan akan turun, orangtua itu telah menyiapkan perlindungan bagi anak tercintanya. Tapi bagiku ada yang lebih dalam yang ingin disampaikan, bahwa sang orangtua telah menyiapkan materi, perlindungan, kasih sayang, perhatian untuk anak tercintanya. Bukan sekedar nasi jagung dan caping gunung.

Meskipun anaknya nggak pulang dan nggak tau gimana keadaannya, orang tua itu tetep bangga sama anaknya. Karena berkat jerih payah anaknya, juga orang-orang yang berjuang jaman itu, sekarang kehidupan di kampungnya menjadi lebih baik. Satu harapan orangtua itu adalah bersama-sama anaknya melihat hasil perjuangannya, melihat kesejahteraan di desanya, dan melihat apa yang dilakukannya di masa perjuangan dulu sungguh tidak sia-sia.

Hmm...mengharukan juga ya kisahnya. Pantes aja bapak suka, mungkin bapak keinget sama susah payahnya hidup di waktu dulu. Dan mengingat itu semua menumbuhkan rasa syukur yang besar. Karena meskipun telah berikhtiar, Allah lah yang bermurah hati dan berkenan mengubah kehidupannya menjadi lebih baik.

Ternyata sedikit lirik lagu ini punya makna yang dalam, ada juga hikmah yang bisa kita ambil bahwa :
  1. kebahagiaan orangtua adalah melihat anaknya bahagia, bahagia kalau melihat anaknya bisa meraih cita-citanya
  2. kasih sayang orang tua selalu ada untuk anak-anaknya
  3. perjuangan yang dilakukan sungguh-sungguh akan berbuah manis
  4. manusia wajib berikhtiar, Allah yang berkuasa atas segalaNya
  5. jangan pernah memutuskan hubungan silaturahim dengan orang tua
  6. tanpa orangtua kita, kita benar-benar bukan apa-apa, jadi jangan pernah terlintas untuk berbuat durhaka
  7. jangan lupa bersyukur sama Allah
  8. .............................................(tambahin ya^^)

2 komentar:

puti paundria mengatakan...

aq sering nyanyiin lgu ini gara2 mbah kong sering nyetel diradio,stlah bc artinya diatas aq jd terharu :(

Dhani Setiyono mengatakan...

salam kenal mbak, lagu ini memang berkesan ya :)

Posting Komentar