Get me outta here!
Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juni 2015

Salah Sepatu

Kalau kau jatuh tersandung, yang salah sepatumu
Kalau kau kalah lomba lari, sepatumulah yang salah
Kalau kau terpeleset sampai terpelanting, jelas salah sepatumu
Kalau semua orang menatap tak biasa pada penampilanmu, itu pasti gara-gara sepatumu
Sepatu yang kau injak, bahkan tak boleh mengeluh apalagi menangis
Dia harus diam dan menerima nasib
Malangnya jadi sepatu ...
Yang rindu dipelihara dan diperhatikan
yang rindu rasa simpati dan empati
Yang hanya ingin mengadu untuk didengarkan
Sepatu ...

Rabu, 18 Juli 2012

Kehilangan di Sebuah Pagi


kau datang sebelum pagi menjelang
mengutip makna embun dan kabut pagi
aku mengayunkan tanganku ke udara kosong
melukis wajahmu yang segera hilang dibawa angin

mengapa aku baru menyadari sekarang
setelah tak ada lagi yang bisa kugenggam
seperti angin yang menyelusup lewat jari-jari tangan
dan tak pernah kulihatnya pergi

kenapa kau datang terlalu pagi
saat aku tak punya keberanian untuk bermimpi

kau pergi
hilang
dan angin merenggut lukisan
wajahmu dari udaraku
yang senyap

6 Januari 2008

Kamis, 24 Mei 2012

No Title

Aku rindu menyapamu dalam hening.

Seperti bertahun lalu setiap langit senja menguning.

Barangkali ada luka yang kutinggal di jendela.

Mana tahu ada salah membelah rasa.

Yang kutahu sekarang aku berdiri sendirian.

Memandangmu dari kejauhan dengan rasa asing.

Tak kuasa mengetuk pintu.

Hanya menunggu,

kalau-kalau kau berpaling dan tersenyum lagi padaku.

No Title

Aku rindu bertelanjang kaki menjejak tanah basah yang tertutup guguran daun pinus.

Mengerdipkan mata setiap kali jumpa dengan celah bercahaya di ujung-ujung kanopinya.

Mendulang udara yang sekian lama tak menyesaki paru-paruku yang kian menyempit oleh polusi kota.

Berada dalam kesunyian mistik alam.

Bersama bunyi-bunyian angin, cericit burung, dan lengkingan serangga-serangga liar.

Oh aku dimana sekarang?

Terenggut dari ruang keheningan.

Senin, 06 Februari 2012

Tutup usia

saat kenangan itu mulai menjauh dan tak tergapai,
aku menangis

dulu kebahagiaan begitu sederhana,
sekarang ia kehilangan makna

berdiri di depan cermin,
mengenali bayangan sendiri yang terasa asing

apa yang sesungguhnya terjadi?
tak adakah tanda yang bisa kumengerti?

atau inikah saatnya
mengucapkan selamat tinggal

pada hidup yang kian renta?


Monday, 11 May 2009

Syair Isyarat

bait pertama
... ... ... ...
... ... ... ...

bait kedua
,,, ,,, ,,, ,,,
,,, ,,, ,,, ,,,


?!? !?! ?!?
¿¡¿ ¡¿¡ ¿¡¿

*#@&@*#@%+*\¥¤@$.......

adakah yang mampu

mengartikan isyaratnya

menuliskan di lembar kertas hati

meninggalkan misteri


Sunday, 16 August 2009

Selamat Jalan

hari ini ada sekuntum mawar yang jatuh dari tangkainya

entah siapa yang telah gugur lepaskan nyawa

aku hanya ingin ucapkan selamat jalan

biar wangi mawar temanimu sampai akhir tujuan


*untuk korban kecelakaan pesawat TNI AD, semoga helicopter yg jatuh di Cianjur, menutup rangkaian kisah pilu ini
Thursday, 11 June 2009

Marching dreams

1
mendung tipis di langit
rintikkan gerimis di sabana hati
sirami rerumputan yang hampir mati
uapkan aroma tanah yang harum mewangi
meski singgah tak lama
selalu saja ia bisa
semaikan impian
saat logika enggan berkawan
gerimis…
telah menulis
bahwa harapan selalu ada untuk orang yang optimis

March Monologia

1
tak ada lagi bola mata yang biru
semua menjelma jadi kelabu
juga wajah-wajah merah jambu
telah memudar jadi abu-abu
apa yang terjadi pada hidup
jika hati slalu meragu
dan memilih tenggelam di palung kalbu
sunyi ...

Pagi Berkabung

Mereka bertanya, "siapa yang mati?"

Jawabku, "bukan siapa yang mati, tapi apa yang mati."

Mereka mencibir

Pergi tak mau tau

Meninggalkan aku dan kesunyian

"Apa yang mati?" gumamku

Ku jawab sendiri, "Hati, hati yang mati, hati kita telah mati."

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un

Bukankah mata[hati]mu tak pernah menangis lagi?



-jum'at pagi ini-
(sebelum kabar ledakan 2 hotel ternama di jakarta)
Friday, 17 July 2009

Jumat, 03 Februari 2012

Kopi dan Roti

Biar dingin menyapaku.
Mengusir udara masa lalu yang menyandera hatiku.

Sekali lagi, tercium aroma kopi yang baru saja diseduh.
Juga roti mentega yang baru saja dibakar di atas selembar daun pisang.

Hmm..
Hatiku tersandera kembali.
Pada alur tak berbingkai yang pernah menyesatkanku di labirin waktu.

Unutterable

Biarkan pelangi tumbuh bersama hujan
Bersama hati yang bergetar tak sanggup bicara

Ada luka, ada sesal, ada ragu yang membelit di pucuk-pucuk akasia
Juga perih yang berkompromi dengan pedih di kesunyian

Minggu, 22 Januari 2012

Sebuket Cinta Yang Layu

I
getar dawai yang kau petik mengingatkanku pada ritual cinta yang tak pernah tertinggal setiap aku kehilangan makna

mencarinya, mengingatnya, menyusunnya, merangkainya, mengikatnya, memenjarakannya dalam sel abu abu di kepalaku

pergi menjangkau makna yang tak pernah terejawantahkan lewat kata-kata

hanya sorot mata yang saling bertanya dan menjawab
dan dawaimu bergetar mengiringi senyap

Skenario Sesal Selamanya

I
Sudah sangat lama rasanya
tak lukihat seulas senyum
siluet bayanganmu berjalan menjauh
jangan salahkan aku,
bukan hati ingin menjemput penyesalan panjang
biar saja semua menjadi sejarah terkenang
karna aku pun tak pernah tahu telah mempersiapkan
sebuah skenario penyesalan
kisah yang membuatku tak bisa melangkah ke depan
sudah lama rasanya
tapi tak jua aku bisa berhenti menyesal

Menabung Kelelahan di Ujung Usia

I
rasanya sudah tak sanggup lagi mengeja hari
melangkahkan kaki menjejak ke bumi
kalau boleh, kadang kala aku ingin berhenti
langit biru dan udara pagi
tak bisa lagi melegakan hati
rintik gerimis dan sejuk hujan
tak bisa lagi mendinginkan pikiran
pemandangan hijau dan sinar mentari
tak cukup menerangi jalan
aku tersesat, aku hanya ingin kembali pulang

Tanda Baca

titik telah mengakhirkan petualanganku menjejaki koma, tanda tanya, tanda seru, tanda petik, dan mengantarkan aku pada satu akhir yang tak terpahami. hanya satu kata : MENGAPA.

aku bukan malaikat. dan aku tak punya sayap.
aku hanya terpikat. lalu berdoa penuh harap
semoga engkau bersedia dekat^^

No Title

tinggalkan jejakmu di sini, di udara…

agar saat mataku tak dapat lagi melihat

dan telingaku tak dapat lagi mendengar

aku masih dapat mengenalimu

dari aroma segar tanah yang baru tersiram hujan

atau aroma rerumputan yang baru saja dipotong

atau aroma roti yang kita bakar bersama di malam yang dingin itu…

hingga selalu ada kau,

sampai di nafas terakhirku

Episode Luka

I
berdiri di lembayung aku terhuyung
katamu aku terlalu biru mengelabu
lalu aku duduk di tepian jingga
menolak semua bahagia yang ditawarkan luka
sungguh lukanya luka telah meluka di hati yang terluka

No Title

pulanglah ke hatiku,
karena di sanalah rumah hatimu

pulanglah ke jiwaku,
karena dari sanalah jiwamu berasal

kembalilah ke dalam kalbuku,
temui separuh dirimu yang lama kau tinggalkan

kemudian bernafaslah dengan paru-paruku,
hiduplah dengan jantungku,
melihatlah dengan mataku,
mendengarlah dengan telingaku,
berjalanlah dengan kakiku.

karena sejak hari itu,
kita adalah satu.

Drama Kehidupan

di sekolah dasar, anak anak bertengkar
murid sekolah menengah asyik tawuran dengan sesamanya
mahasiswa beradu kekuatan saling baku hantam di jalanan
yang berkantor di gedung megah pun tak mau ketinggalan, beradu mulut sampai beradu kursi, untung tak ada meja yang melayang
di rumah-rumah, suami istri cekcok sepanjang hari
bahkan dalam tidurpun, mimpi berkelahi dengan saudara sendiri karena materi