Minggu, 21 Februari 2016
Femina No 6, 12 Februari 2016 : Harta Karun
Senin, 15 Juni 2015
#30harimenulis : Failed Mission
Memang masih kurang nih komitmennya. Dan Akhirnya hands up :(
Rabu, 03 Juni 2015
#30harimenulis : H3-Kitchen Stories
#30harimenulis : H2-Cerita tentang Ayah
Here we go.
Saya tidak memiliki ayah. Tapi saya memiliki seorang pria hebat yang sejak kecil hingga kini saya panggil Bapak. Sama saja ya? :-)
#30harimenulis : H1 - Just Love It
Minggu, 15 Februari 2015
Coming Back : Wajah Baru
Sudah lamaaaaaa sekali ga update blog. Sempet lupa password, ga punya banyak waktu untuk utak atik blog lewat laptop, dan males (jitak untuk alesan ini).
Kangen ngeblog lagi walopun isinya celotehan ga penting. Seperti edisi ini, hehehe.
Daaaan setelah sebelumnya ganti nama blog, sekarang mau launching wajah baru.
Alamat blog ini dulunya aynawardhani. Nama yang sempet saya pilih untuk nama pena di buku-buku antologi yang memuat tulisan saya. Laluuu saya memutuskan memakai nama sendiri di buku solo saya. Akhirnya nama blognya juga harus ikut ganti : dhanistyo. 'dhanistyo' ini penggabungan dari nama panggilan saya dan nama belakang suami -> dhani setiyono -> dhanistyo. Lucu juga sih namanya.
Setelah nama baru, sekarang template dan format blog juga saya rombak. Biar fresh. Sebelumnya saya pakai template yang agak rame gambar walopun kalem. Widget yang saya pasang juga banyak betul, hihihi .... Awal belajar ngeblog keranjingan widget. Bikin loading jadi agak lama sih. Jadiiiii, sekarang mau pakai konsep yang simpel aja.
Beberapa postingan saya tentang mengatur tampilan blog juga kayaknya jadi ada yang ga update karena perubahan dari blogger/blogspot sendiri. Terutama sejak muncul google+. Moga-moga ini jadi awal baru buat saya ngeblog lagi.
Heiya ... semangat ngeblog! ^^
Rabu, 18 Juli 2012
Episode Miris
Kontempelasi Hidup
Geometri
Arithmetik Sederhana
KVK bukan KPK
Membaca yang Aku Lihat di Luar Sana
Kamis, 24 Mei 2012
perasaan yang tak terdefinisi
Saat keberadaanmu sangat penting baginya, saat usap lembutmu jadi penenang hatinya, saat senyummu jadi pengusir gundahnya.
Barangkali itulah kenapa kau rela begadang demi memberinya minuman terbaik, rela pakaianmu bau pesing karena nya, rela memberikan 'me time' mu untuk merawatnya.
Untuk perasaan tak terdefinisi itu kau menjadi : ibu.
Selasa, 13 Maret 2012
Berbagi : Haruskah Menunggu Memiliki Sesuatu?
Kadang kala ketika manusia diminta untuk berbagi, ada yang mengelak, “Aku tidak punya apa-apa untuk diberikan.” Seolah untuk berbagi selalu dengan materi, uang atau barang. Padahal sesungguhnya Allah telah berbaik hati mengaruniakan banyak potensi kepada manusia. Untuk dirinya sendiri, juga untuk kemaslahatan orang lain. Kepada seorang perempuan sederhana aku belajar tentang nasehat kecil ini.
Terakhir aku bertemu dengannya, sudah bertahun yang lalu saat aku masih kuliah di Bogor. Aku tidak tahu persis siapa namanya, tetapi ia biasanya dipanggil Teh Dewi, sedangkan Dewi itu adalah nama anaknya.
Selasa, 07 Februari 2012
A Crystal Wall
Kita melihat dinding kristal yang menyekat demikian memikat
Tapi keindahannya mengalahkan keingintahuan apa yang ada di belakangnya
Kristal itu pun kita rubuhkan
Demi memenuhi panggilan jiwa
Hukum Kekekalan Rasa
Namun sayangnya molekul uap punya kerapatan yang jauh lebih longgar daripada molekul air. Bila bara berhenti menghangatkan, molekul rasa semakin lama akan mendingin dan mengembun.
Embun yang luruh di pucuk-pucuk daun dan kembali tertampung di telaga hati. Kembali menyatu menjadi air. Menjadi cinta yang terpendam.
Karena itulah cinta selalu membutuhkan bara.
Seperti halnya hukum kekekalan energi, rasa cinta juga tak dapat
diciptakan atau dimusnahkan. Rasa cinta hanya dapat berubah dari bentuk
satu ke bentuk yang lain.
Mungkin sedang bertransformasi dari air menjadi uap atau dari uap menjadi embun. Lalu kembali pulang ke telaga hati. Dimana terkumpul rasa cinta yang lebih tulus : kasih sayang.
Hanya saja, perubahan ini adalah siklus kehidupan. Kita tak pernah tahu apakah rasa itu kembali menguap atau tetap terperangkap di kedalaman telaga.
Biarkan Dia yang bertitah kita mengamini saja.
Jumat, 03 Februari 2012
Februari
Kebetulan februari juga bulan ke dua di penanggalan masehi.
Juga karena jumlah harinya yang pendek, paling pendek di banding bulan yang lain.
Juga karena 'f' di februari. Enak disebut dan enak didengar.
Karena hujan masih setia turun di februari.
Karena inspirasi, entah kenapa, sering datang di pagi-pagi februari.
Karena banyak momen yang dimulai dan terjadi di februari.
Karena heran kenapa masih ada yang mengganti 'f' di februari dengan 'p' padahal jelas-jelas di kamus bahasa kita februari ditulis dengan 'f'.
Februari.. Februari.. Kejutan apa yang kau punya kali ini?^^
ditulis di Februari dua tahun yang lalu
Minggu, 22 Januari 2012
A Value From Home Alone 2
Kadang-kadang di film itu, aku menemukan dialog yang bagus, wise words, atau wise acts.
Tapi karena fokus nonton, semua itu jadi terlewatkan.
Kadang ingat detail kata-katanya, kadang ingat intinya, kadang malah nggak ingat sama sekali, hehehe...
Padahal semua itu bisa jadi perenungan buat diri kita.
Nah, semalem, kebetulan aku cuma berdua sama adikku di rumah.
Ga ada acara TV yang menarik, adikku ngajakin nonton Home Alone 2.
Pada tau kan, film jadul yang udah sering banget diputer di TV.
Sebenernya bosen juga sih, soalnya udah agak apal alur ceritanya.
Pas sampai awal disk 2, aku baru sadar kalo ada dialog bagus antara tokoh utama, si Kevin McCallister yang diperanin sama Macaulay Culkin sama wanita tua yang suka dikerubutin merpati.
Gini dialognya :
Malaikat vs Manusia vs Syetan
Kebalikan dari malaikat, syetan adalah cerminan dari segala sifat negatif, sifat buruk, sifat tercela. Warna hitam biasa digunakan sebagai simbol untuk menggambarkan karakter ini.
Lalu kira-kira apa warna manusia? Manusia adalah makhluk dualisme yang berada di tengah-tengah karakter positif dan negatif. Untuk tahu warna manusia, mudah saja. Tinggal kita campur warna putih malaikat dan warna hitam syetan, jadilah abu-abu.
Bercermin Pada Cermin
Sebelum berharap mendapatkan sahabat dengan sifat yang baik, tentunya kita pun harus menjadi sahabat yang baik terlebih dahulu, bukan?
Cermin, ternyata telah lama menunjukkan caranya pada kita.
Hanya saja, terkadang kita tak menyadarinya. Mari sejenak bercermin pada cermin, belajar sifat-sifat baiknya sebagai seorang sahabat. Apa sajakah itu?

