Sabtu, 21 Januari 2012

Bercermin Pada Cermin

Kawan, senangkah engkau mempunyai sahabat yang lemah lembut, pandai menyimpan rahasia, tidak pilih kasih, setia setiap saat, sabar dan jujur?
Sebelum berharap mendapatkan sahabat dengan sifat yang baik, tentunya kita pun harus menjadi sahabat yang baik terlebih dahulu, bukan?
Cermin, ternyata telah lama menunjukkan caranya pada kita.
Hanya saja, terkadang kita tak menyadarinya. Mari sejenak bercermin pada cermin, belajar sifat-sifat baiknya sebagai seorang sahabat. Apa sajakah itu?

Jujur*
Cermin selalu memunculkan bayangan yang sama dengan benda aslinya. Ketika seseorang bercermin, maka yang terpantul adalah bayangan dirinya apa adanya. Demikian pula sahabat yang baik. Sikap dan perkataannya jujur apa adanya, tidak berpura-pura dan penuh kepalsuan.

Lemah Lembut
Cermin tidak pernah berlaku dan berkata kasar kepada siapapun yang bercermin padanya. Apabila ada kotoran pada diri kita saat bercermin, dia akan menunjukkan pada kita dengan lemah lembut. Sehingga kita segera membersihkan dan memperbaiki diri kita secara spontan tanpa merasa tersudut. Begitulah kawan, kita selalu diingatkan akan kekurangan kita dengan cara yang baik.

Pandai Menyimpan Rahasia
Cermin, tidak pernah menunjukkan wajah orang yang bercermin kemarin kepada orang lain. Cermin, tak akan menunjukkan bayangan diri kita pada orang berikutnya yang menggunakannya. Ia akan menyimpan semua yang kita tunjukkan padanya. Ia layak kita percaya.

Tidak Pilih Kasih
Siapa saja yang berdiri di depan cermin, cermin selalu memberikan sikap yang sama : memantulkan bayangan mereka apa adanya. Dan cermin tak pernah menolak. Apakah orang itu cantik atau tidak, berpakaian indah atau tidak, kaya atau miskin, semua ia terima dengan suka cita. Selayaknya pun kita demikian. Bersedia berteman dengan siapa saja.

Setia Setiap Saat
Cermin selalu siap dipakai kapan saja. Dengan ikhlas, ia setia menanti kapan akan digunakan. Sebagai seorang sahabat, kita mesti siap kapan pun sabahat kita membutuhkan uluran tangan kita. Dengan ikhlas kita memberikan bantuan kepadanya. Selalu berbagi baik dalam suka maupun duka.

Sabar dan Sungguh-Sungguh
Cermin tak pernah protes dengan gaya apapun yang dilakukan oleh orang yang bercermin padanya. Tersenyum, cemberut, menangis, marah, centil, semua ia terima. Tapi tentu saja dia menerima itu dan menyampaikan ke orang yang bercermin apa adanya. Seorang sahabat, selalu bersabar dengan kekurangan dan kelemahan sahabatnya. Bukan berarti mendiamkannya saja, tetapi kembali ke awal, semua itu akan disampaikannya dengan cara yang lemah lembut.

Itulah kawan, beberapa sifat cermin yang bisa kita jadikan cerminan. Berikanlah semua itu kepada sahabat kita. Karena kata [Yossy] inti persahabatan adalah memberi. Memberi tanpa berharap untuk menerima. Tanpa pamrih, tanpa dalih. Karena apapun yang kita berikan, akan memantul.


*tidak berlaku untuk cermin cekung atau cembung ya^^
Artikel tentang cermin ini ada di sebuah majalah yang dibacakan oleh seorang kawan [tapi lupa majalahnya apa dan penulisnya siapa]. Ditulis kembali dalam versi orange_deeska^^.

0 komentar:

Posting Komentar