Sabtu, 21 Januari 2012

Merpati Di Trafalgar Square (Kumpulan Cerpen)

Judul Buku : Merpati Di Trafalgar Square (Kumpulan Cerpen)

Penulis : Weka Gunawan

Penerbit : Grasindo

Halaman : 140

Daftar Cerpen :
  1. Merpati Di Trafalgar Square
  2. Pulanglah Galuh
  3. Jack of Catford
  4. Seorang Yusuf Bagiku
  5. La Promesse
  6. Cerita Antara Dua Generasi
  7. Lana Shabrina
  8. Kopi Sore
  9. Bumi Merah
  10. Sunshine in Westminter City
  11. Keblinger
  12. Mengenangmu Tiada Putus

Ringkasan :
Salah satu cerita favorit saya dalam buku ini adalah cerpen yang berjudul ‘Seorang Yusuf Bagiku’. Ceritanya ada seorang wanita yang mengenang masa kecilnya. Sejak kecil ia dan saudaranya selalu belajar mengaji pada seorang ustadz yang sangat baik hati, penyayang dan sabar. Selama bertahun-tahun ia mengaji pada ustadz itu. Suatu hari ia merasa bosan dan berpikir bagaimana ya kalau minta libur mengaji barang sebulan. Tapi ternyata keinginan itu tak terpenuhi. Pada suatu hari, hujan turun sangat lebat, ia mengira bahwa pak ustadz tak akan datang. Tapi tak disangka, pak ustadz tetap datang untuk mengajar mengaji. Karena sedang bosan, wanita itu mogok mengaji dan minta pak ustadz bercerita kisah nabi. Akhirnya Pak ustadz menceritakan kisah nabi Musa. Belum selesai kisah itu diceritakan, waktu sudah habis dan pak ustadz berjanji akan meneruskannya pada kesempatan berikutnya. Tapi apa dikata, ternyata kesempatan itu tak akan tiba karena pak ustadz telah dipanggil Allah terlebih dahulu. Menyesallah ia, ingin libur mengaji sebulan saja dengan pak ustadz, ternyata malah tidak akan pernah bertemu lagi untuk selamanya.
Yah…begitulah kadang kala kita tidak bisa menghargai kesempatan yang diberikan Allah pada kita. Saat kesempatan itu akhirnya pergi dan tak mungkin kembali, barulah kita merasa menyesal…so…syukurilah apa yang kamu miliki sekarang sebelum semuanya terlambat…^^

Ulasan :
Baca buku kumpulan cerpen ini serasa jalan-jalan ke Paris, London, Kalimantan, sedikit Surabaya dan Jakarta. Karena latar tempat tersebut sangat kuat dalam cerita ini. Cukup banyak membahas budaya dan kebiasaan orang Kalimantan. Menemukan kata-kata bernuansa bahasa Kalimantan dan Perancis. Sedikit memang, tapi cukup membuat kita terhanyut seakan-akan berada di tempat tersebut. Tema yang diangkat dalam kumpulan cerpen ini juga beragam, dari tema cinta, budaya, moral sampai tema religi. Akhir yang dipilihpun ada yang nyata ada yang menggantung. Ada yang sad ending ada juga yang happy ending.Saya pribadi cukup menikmati (sebenarnya lebih dari cukup) cerita-cerita dalam buku ini. Bahasa yang santai, bahasa ilmiah kedokteran, sampai bahasa pertelevisian lengkap tersaji di dalam buku ini. Yah… intinya buku ini BAGUS menurut saya, tapi ya… subjektif memang dan tergantung selera. Jadi kalau penasaran… Silahkan dibaca sendiri…

0 komentar:

Posting Komentar