Selasa, 26 April 2011

Sebuah Definisi

Di suatu sore, seorang ayah duduk bersama anak lelakinya yang beranjak dewasa.

Mereka berbincang santai sambil menikmati teh hangat.


Entah siapa yang memulai, mereka mulai berbicara tentang cinta.


Sang ayah lalu berkata :

Dengarkan aku, anakku.

Siapapun berhak mendefinisikan arti kata cinta.

Tapi kalau kau ingin tahu bagaimana ayah dan ibumu mendefinisikannya saat kami muda dulu.

Saat kami bertemu dan mengambil keberanian untuk memulai hidup kami.

Sang anak kemudian bertanya :

Apa itu ayah?

Ceritakan padaku.


Aku ingin tahu.


Sang ayah tersenyum.

Masih terdiam sambil menerawang ke puluhan tahun masa yang sudah berlalu :

Cinta itu


ketika kita bisa saling mengerti dan memahami….

Ketika kita bisa saling berbagi…..

Dan ketika kita bisa sama-sama saling tersenyum dan mengatakan..


...hanya kamu yang kuinginkan...

Sang ibu tersenyum dari balik pintu. Pipinya memerah karena tersipu.





Keganjilgenapan

Sejak hari itu, semua tak lagi sama.

Nyanyian pengamen di bis kota yang biasanya sumbang tiba2 bgt merdu.

Kopi pahit yang dihidangkan ibu kos pun terasa legit.

Kau tak kan percaya kalau kubilang omelan bapak kos setiap pagi terdengar bagai khotbah yg indah sekali.

Ganjil.
Ini memang ganjil.

Karena ketika aku keluar pintu, kucing buduk kurus yang sering mengeong lapar, jadi secantik kucing anggora.

Jalan sepanjang kos yang tadinya selalu bau got, jadi harum semerbak kembang.

Juga anak-anak dekil ingusan yang hobi berlarian sepanjang gang, tiba-tiba tampak begitu manis dan menggemaskan.

Ada apa ini?
Mimpi?
Ku cubit pipi..
Aw..sakit..

Lalu kenapa ini bisa terjadi?

Seperti dunia merubah diri dalam semalam.

Dan baru aku sadar baju yang ku kenakan lebih bagus dari hari-hari biasanya.

Lebih wangi dan lebih rapi.

Dan betapa terkejut aku melihat bayanganku di depan cermin.

Wow... aku tampan sekali.

Lebih tampan dari pemain sinetron di tv-tv, lebih gagah daripada primus yustisio, lebih keren daripada david beckham.

Belum... belum kutemukan juga jawabannya.

Tapi kusadari semua keGANJILan ini terjadi sejak hari itu.

Sejak ada yang hadir mengGENAPi hidupku.

*menggenapkan keganjilan, mengganjilkan kegenapan sampai yang ganjil tergenap-genap dan yang genap terganjil-ganjil*

Sebuah Pernyataan Cinta


Seorang pria berkata pada istrinya :

Sayang, aku ingin seperti Nabi Muhammad yang mencintai Siti Khadijah seorang sampai akhir hayatnya.

Aku ingin seperti Imam Ali ra yang mencintai Fatimah binti Muhammad seorang sampai akhir hayatnya.

Dan bila dirimu ditakdirkan terlebih dulu menghadapNya, ku harap aku segera menyusulmu agar aku tak lagi sempat memikirkan penggantimu.

Istrinya tersenyum haru. Hanya setetes air mata yang mewakili segenap rasa dihatinya.


-so sweet^^-

Larung

lama kusimpan kenangan-kenangan rapuhku dalam lemari kayu yang kubeli bertahun yang lalu
enggan, ragu menyusupi kalbu saat akan ku larung pada sungai masa lalu
ingin kulipat kunci dipintunya dan kuratapi kembali
tapi masa mengoyak pedih dalam hati

berdiri dalam hening
masih mencari keberanian melepas pergi
satu per satu justru memori melarikan diri
mengkhianati batinku sendiri
lemari kayuku kosong kembali

mengulang sebuah kisah yang sama
tak henti-henti terlena oleh masa
menyimpah serpih kenang tajam berbisa
sengaja meracuni hati dan jiwa

larung...
masih hampa
semua masih selalu sama

Antara Catur, Halma, Ular tangga, dan Hidup



Hidup itu seperti main catur. Perlu strategi. Kadang -aku merasa- sedikit kejam.


Hidup itu seperti main ular tangga. Ada kesempatan menapaki tangga keberhasilan, harus waspada pada ekor ular yang menjatuhkan. Bisa melangkah step by step, tapi kadang bisa juga berlari melewati beberapa lintasan.


Hidup juga seperti halma. Perlu berjuang loncat sana, loncat sini. Cari celah-celah peluang biar bisa jadi pemenang.

Hidup itu kompetisi. Kompetisi dengan diri sendiri. Agar semakin baik di setiap hari.

Hidup itu f
un. Seperti permainan-permainan catur, halma, dan ular tangga. Kalah tak mengapa. Toh masih bisa main lagi nanti.

Hidup itu perjuangan dan pengorbanan. Seperti pion-pion yang menjadi garda depan pelindung raja : hati. Karena raja -hati- yang baik pantas dilindungi.

Hidup itu keajaiban. Skenario komplek dengan peran saling menjalin seperti anyaman rumit.

Hidup... bagiku... anugerah.^^

HIKMAH KESEDIHAN


Kesedihan membelenggu qalbuku

hingga ragaku terjerat nestapa
Langit seakan tak lagi biru
Segala keindahan menghilang, hampa…



Biar kularung sedihku dalam laut kasihMu yang luas
Karena aku tahu setelah hujan yang deras
Engkau hadiahkan kepada kami sebuah pelangi
Lengkap dengan senyum yang berseri


Biar kutiup pedih perihku bersama angin
Karena aku ingin setelah badai yang dingin
Engkau berikan kepada kami sebuah matahari
Yang menghangat ke dalam hati



*dua bait terakhir diikutkan di LOMBA MELANJUTKAN PUISI “HIKMAH KESEDIHAN”

Aku Pun Ingin Jadi Istimewa


Setiap perempuan tercipta dengan kelebihan. Setiap perempuan punya kekuatan untuk menjadi kebanggaan. Itulah yang menjadi inspirasi dalam hidupku. Meskipun ‘hanya’ seorang ibu rumah tangga, pasti ada hal lain yang bisa kulakukan untuk menjadi istimewa. Salah satunya dengan menulis.
Kartini begitu dikenal dan dikenang karena memperjuangkan kesetaraan hak perempuan dalam pendidikan. Ia juga rajin menuangkan gagasan dan pemikirannya dalam surat-surat yang dikirimkan kepada Ny. Abendanon. Karena tulisannya itulah, kemudian kita tahu apa isi perjuangan Kartini. Buku Habis Gelap Terbitlah Terang membuatnya terus diingat. Siapa Kartini pada saat itu? ‘Hanyalah’ seorang istri dari Bupati Rembang.
Kisah Kartini inilah yang memotivasiku untuk menulis. Berusaha menuangkan ide, gagasan, dan informasi yang kupunya. Karena kita tidak pernah tahu, mungkin suatu hari tulisan kita bisa berarti untuk orang banyak. Sama halnya dengan Kartini, mungkin dulu ia juga tak pernah mengira, surat-surat pribadinya akan menginspirasi banyak wanita.
Manusia hebat bisa hidup selamanya karena kisah hidupnya dituliskan dalam buku-buku biografi. Tetapi kita yang tak hebat atau belum hebat pun bisa hidup selamanya dengan menuliskan isi kepala kita untuk menjadi bacaan sepanjang masa.

diikutkan dalam kompetisi Kartini Muda dari www.welovehonda.com

Cerita Perempuan

dalam langkah yang berat,
aku menanti engkau memanggil.

hampir kutahan langkah,
kau tak jua mengejar.

masih haruskah,
selalu aku yang berbalik terlebih dulu dan mengulurkan harga diriku?

sebagai perempuan aku pun ingin sesekali diperjuangkan!

Cerita Hati

ada langkah mulai menepi,
akankah terjatuh dalam parit sepi.

saat deras hujan tiada naungan,
kaki berlari mencari perlindungan.

sampaikah pesan pada kawan,
sebuah keraguan yang lama terpendam.

masih bicara tanpa pelita,
hati yang ingin lari dari fitrahnya.

tak jua mengerti,
mengapa masih ingin berjalan sendiri

Minggu, 24 April 2011

Membuat 'Readmore' Tanpa Mengubah Setting Template

Hai ... temen-temen pembaca dan pemilik blog.

Aku mau sharing sedikit tentang cara membuat 'readmore' manual. Beberapa template blog memang ada fasilitas bikin 'readmore' otomatis, tapi kebanyakan template blog belum menyediakan.

Tulisan ini aku buat karena sebelumnya aku kutak-kutik bikin 'readmore' di blog ini, eh ... malah membuat tampilan templatenya berubah. Jadi aku cari-cari lagi cara yang paling praktis menurut aku.

Cara manual ini termasuk lebih mudah kok. Selain itu, membuat kita bisa mengatur letak 'readmore' sesuai kemauan kita.

Pengen coba? Ikuti aja langkah-langkah ini.

Cara Membuat Kursor dengan Icon Unik

Pengen kursor di blog kamu punya tampilan yang unik seperti kursor di blog ini? Gampang banget kok caranya. Kamu tinggal ikuti langkah-langkah berikut dan siap-siap punya kursor unik di blog kamu.

Selasa, 19 April 2011

Mau Naskahmu Diterbitkan Gramedia? Cekidot!

Kami selalu menerima naskah dari penulis untuk kami terbitkan, bila naskah tersebut kami nilai memenuhi standar penerbitan kami. Namun, maaf sekali, kami tidak bisa menerima naskah yang dikirimkan melalui e-mail, karena akan menyulitkan tim editor dalam melakukan penilaian naskah.

Selasa, 12 April 2011

#aksara bermakna

terkadang, dalam sepi itulah kita menemukan diri kita sendiri. sesekali bicara dengannya seperti sahabat yang tak bisa bertemu setiap saat. dan kita bisa tahu apa yang dia inginkan. dia akan jujur pada hatimu. dan sepi akan beranjak pergi tanpa kau sadari -2011-

#aksara bermakna

jangan pernah berhenti. karena kita tidak pernah tahu pada titik mana impian kita akan mulai terwujud. titik awal itu mungkin tidak besar, mungkin juga tidak kita sadari, tapi titik itu nyata -2011-

#aksara bermakna

matahari selalu ada di sana, di tempatnya. hanya saja, terkadang mata kita tak mampu menatapnya. sebagaimana kebahagiaan, selalu ada di hidup kita. hanya saja, terkadang hati kita tak mampu merasakannya. rupanya mendung di langit sesekali juga turun ke hati. -2011-

#aksara bermakna

sesungguhnya kita tidak pernah benar-benar memiliki apa yang sekarang sedang kita anggap sebagai milik kita -2011-

Mimpi dan Impian

Apa itu mimpi?
Apa itu impian?
Haruskah seseorang mempunyai impian?
Apa impianku sesungguhnya?

Tentang Musim dan Hati

Rasanya seperti tersedot pada lingkaran masa lalu sejak pertemuan denganmu hari itu. Udara tiba-tiba sedingin musim penghujan yang datang hampir setiap hari di kampung kita. Aku tak pernah menyangka akan mengalami kegagapan emosional yang membuatku tampak bodoh sekali. Tapi aku tak punya pilihan.

"Apa kabar?" sebuah pertanyaan basa basi kaku kuucapkan sebagai balasan senyumanmu. Kau tak pernah berubah. Selalu tampak manis setiap kali menyunggingkan bibir. Membuatku terkunci seperti orang kena stroke.

Kesempatan Kedua

Seumur-umur baru kali ini telat ujian. Ujian praktikum pula. Padahal pagi-pagi sudah siap mejeng di depan laboratorium. Tidak ada yang bisa disalahkan selain kelalaian diri sendiri.
Hari itu karena ujiannya benar-benar praktek dan kapasitas laboratorium tidak mencukupi jumlah mahasiswa di kelas A, dengan terpaksa aku dipindahkan ke kelas B. Cuma beda jam ujian aja sih, gantian. Karena jarang bareng, aku tidak hafal benar siapa teman-teman yang di kelas B.
Ada seorang kawan yang aku yakin dia anak kelas B, jadi kemanapun dia bergerak, kuperhatikan sebagai patokan. Karena masih sibuk belajar, aku tak menyadari kalau semua anak kelas B sudah masuk ke laboratorium kecuali kawan yang kuperhatikan tadi. Haduh! Mana dosennya ‘killer’.

Catatan Cinta Seorang ‘Pasukan’


Kangen adalah menu sehari-hari yang harus ku telan dengan lapang dada. Waktu telah mencatat bait-bait kerinduanku, terutama pada istriku, Syifa. Sebulan yang lalu ia melahirkan anak kami, namanya Raihan. Pedih hatiku tak dapat mendampingi istri tercinta mempertaruhkan nyawa. Nelangsa batinku tak bisa mengadzani putraku yang pertama.
Jarak seperti menjadi musuh, sekaligus karib dalam setiap helaan nafasku. Tetapi ini adalah tugas negara untuk kemanusiaan, bukan paksaan. Bulan ini, Kontingen Garuda XX/C sudah bertugas lebih dari 6 bulan di Kongo dan kami masih belum tahu kapan akan kembali.
Malam ini, yang ku bisa hanya menitipkan munajat cinta padaNya, lagi.
Kongo, April 2008

Senin, 11 April 2011

Rembulan Cinta


Renita sudah tampil cantik. Ia sudah siapkan semuanya di teras lantai dua rumahnya. Ini malam ke lima belas dan itu artinya : PURNAMA. Sejak Dony mengambil S2 di Jepang, mereka berjanji akan meluangkan waktu khusus berdua. Mereka akan menikmati purnama. Dengan waktu yang sama, bulan yang sama, hidangan yang sama : secangkir teh dan pisang goreng, mereka merasa sungguh-sungguh sedang bersama. Lalu mereka akan chatting semalaman sampai menjelang pagi.