Minggu, 15 Januari 2017

Panen Ide dengan Metode Korita

Sejak membaca ulasan Mas Ganda Rudolf tentang Cerpen-gram di blog rumahjamurkurcaci.com, saya jadi penasaran ingin membaca bukunya sendiri. Beruntung penulisnya, Pak Peng Kheng Sun, ikut mengomentari postingan ulasan tersebut di facebook. Saya jadi punya kesempatan untuk memesan langsung buku Cerpen-gram pada beliau. Ketika sampai, saya tidak hanya mendapatkan buku Cerpen-gram, tapi Pak Peng juga memberi saya bukunya yang berjudul Korita.

Buku Korita dan Cerpen-Gram yang ditulis oleh Pak Peng Kheng Sun


Kedua buku tersebut sudah selesai saya baca beberapa waktu lalu. Saya terkesan dengan keduanya. Dua metode baru untuk latihan menulis dengan menyenangkan. Cerpen-gram sudah diulas secara lengkap oleh Mas Ganda Rudolf. Baru-baru ini, Mbak Ariany juga menuliskan resensi buku tersebut di blognya. Saya jadi ingin melengkapinya dengan meresensi buku Korita.

Berikut detail buku Korita
Judul : Korita (Kombinasi Cerita dan Berita) Metode Termudah Belajar Menulis
Penulis : Peng Kheng Sun
Penerbit : Fire Publisher (penerbitan indie milik Pak Peng)
Tahun terbit : 2016
Tebal : 81 halaman

Dalam buku ini, sebelum masuk ke penjelasan tentang metode Korita, Pak Peng memberikan wawasan untuk pembaca yang berminat mencoba menekuni dunia penulisan. Menurut beliau, kegiatan menulis harus dibuat menyenangkan agar seorang penulis betah menjalaninya. Caranya bisa dengan memasukkan unsur permainan, seperti metode Korita ini.

Di samping itu, seseorang yang sudah merasakan manfaat dari menulis, baik itu manfaat finansial, psikologis, intelektual, dll, pasti juga akan lebih enjoy menjalani aktivitas menulis. Jika menulis terasa mudah, menyenangkan, dan terasa manfaatnya, kita pun pasti akan makin tekun menulis. Dan memang betul, apa yang disampaikan Pak Peng ini, juga saya rasakan sendiri.

Di bagian selanjutnya, Pak Peng memaparkan metode Korita yang bagi saya sangat menarik. Dengan metode sederhana ini, kita bisa mendapatkan banyak hal, diantaranya
1. Ide yang tidak terbatas
2. Dorongan untuk terus membaca
3. Peka terhadap perkembangan berita
4. Keterampilan mengembangkan ide menjadi tulisan
Menurut saya, metode Korita merupakan salah satu inovasi dalam bidang penulisan. Metode Korita bisa menjadi tool untuk mengembangkan kemampuan menulis seseorang.

Menurut Pak Peng, dalam sebuah berita bisa terkandung sebuah cerita, begitu juga sebaliknya. Jadi, sebuah ide dapat dikembangkan menjadi tulisan fiksi maupun non fiksi. Itulah kunci metode Korita. 
Begini cara mempraktekkannya :
1. Pilihlah sebuah berita dari media apapun, bisa koran, majalah, atau media online. Pilih berita yang menarik, singkat, akurat, bermanfaat, dan relevan untuk waktu yang lama. Jangan lupa catat medianya dan kapan terbitnya, kalau perlu bisa dikliping.
2. Catat judul berita  dan kutipan bagian isi berita yang paling menarik. Bagian yang paling menarik ini, bisa berbeda bagi setiap orang. Jadi dalam berita yang sama, setiap orang bisa saja mendapatkan ide yang berbeda.
3. Tulis opini/artikel (nonfiksi) atau cerita singkat (fiksi) yang berkaitan dengan no 2 dari sudut pandang kita sendiri.

Mudah kan? Di buku ini, Pak Peng memberikan banyak sekali contohnya.

Nantinya, tulisan yang kita hasilkan memang belum final. Kita masih harus menyunting atau menulis ulang untuk mendapatkan hasil tulisan yang sempurna. Jika tulisan itu non fiksi, mungkin kita perlu menambahkan referensi. Sedangkan jika tulisan itu berupa tulisan fiksi, kita bisa membuatnya menjadi lebih bagus dengan bantuan metode Cerpen-gram.

Wah, metode Korita ini sepertinya ampuh dipraktekkan kalau kita sedang mengalami writing block ya. Pas bengong cantik di depan laptop, tidak tahu apa yang mau ditulis. Buka koran/majalah/media online sebentar, kita bisa langsung panen ide.


Bagi teman-teman yang ingin mendapatkan kedua buku Pak Peng ini, bisa langsung menghubungi akun facebook beliau, Peng Kheng Sun.

0 komentar:

Posting Komentar