Rabu, 18 Juli 2012

Arithmetik Sederhana


Aku selalu tergelitik oleh puisi pak Taufik Ismail yanjg judulnya Arithmetik Sederhana. Pernah dengar?

Selama ini kita selalu
Ragu2
Dan berkata :
Dua tambah dua
Mudah-mudahan sama dengan empat


Entah kenapa kalau membaca puisi ini aku seperti teringat pada pelajaran matematik saat SD dan bertanya-tanya kenapa dulu aku dengan percaya menghafalkan bahwa dua tambah dua sama dengan empat. Sekarang, setelah aku besar, aku mulai menemukan bahwa dua tambah dua tak selalu sama dengan empat. Ga percaya?

Coba kalau dalam panci dimasukkan air teh dua gelas ditambah air putih dua gelas, secara sederhana orang pasti bilang ada empat gelas. Tapi kalau kita mau melihat dengan sudut pandang lain, maka kita akan menemukan banyak jawaban yang tak bisa disebut sebagai kebenaran atau kesalahan yang mutlak. Kalau saya bilang jadinya ada sepanci air, apakah itu salah? Atau kalau saya bilang jadinya ada sepanci teh, apakah itu benar ? Atau ada jawaban menarik lainnya.

Sebenarnya, bukan itu sih yang mau saya sampaikan. Tapi bagaimana berpikir out of frame dan belajar menelaah sesuatu secara mendalam sehingga menemukan makna sendiri. Tidak hanya menganggukkan kepala menerima kebenaran publik yang belum tentu menjadi kebenaran mutlak. Makasih pak Taufik Ismail, mungkin puisi yang Anda tulis bukan seperti ini maksudnya, tapi seperti inilah yang saya dapat dari puisi Anda ^^,

0 komentar:

Posting Komentar