Rabu, 18 Juli 2012

Kontempelasi Hidup


Betapa beruntungnya kita karena Allah telah menciptakan manusia terdiri atas otot sadar dan tidak sadar. Menciptakan organ yang bisa bekerja sendiri tanpa harus disuruh-suruh. Menciptakan organ yang umur ekonomisnya seumur hidup manusia, tak pernah berhenti bekerja sedetik pun (kecuali kondisi khusus). 

Coba kalau misalnya semua organ tubuh manusia bekerjanya harus diperintah. Mungkin kita ga akan sempat membaca email, ngenet, chating. Karena kita sudah terlalu sibuk menyuruh kelenjar ptialin mengeluarkan enzim saat kita mengunyah makanan, sambil kita harus mengatur alveoli kita menukar CO2 dengan O2, sambil harus menyuruh ginjal menyaring air dan darah yang lewat, sambil memikirkan bagaimana caranya otak kita bekerja menyuruh organ-organ itu berfungsi. 

Proses berpikir saja kadangkala tidak bisa kita perkirakan. Betapa cepatnya kita membaca dan mencerna tulisan yang ada di depan kita, betapa cepatnya mata kita mengenali huruf demi huruf yang kita lihat. Kalau di pelajaran IPA, proses melihat itu ternyata dukup panjang. Benda yang terkena sinar, memantulkannya ke mata, trus ditangkap retina, diolah, diantar stimulus itu ke otak, diproses diotak (dicocokkan dengan bank infornasi), dikirim lagi oleh saraf ke mata sehingga kita bisa mengenali bentuk dan warna barang yang kita lihat (kayaknya proses ini masih ada yang kurang deh). Semua itu kita peroleh dalam bentuk paket, bisa bekerja secara otomatis. Gimana nggak canggih? 

Makanya, kita harus banyak bersyukur kepada Allah yang menganugerahkan kesempurnaan bentuk ini. Bersyukur kita tercipta sempurnya, bisa melihat, mencium, mendengar, berjalan, meraba, merasakan, dan melakukan banyak hal. Mungkin diantara manusia di bumi ini ada saudara kita yang tidak terlahir sempurna. Bukan takdir yang kejam, bukan Allah yang kejam, tapi Allah sedang menguji ketulusan kita, kesabaran kita terhadap orang-orang yang kurang sempurna. Jika Anda salah satunya, mungkin Allah sedang menguji keikhlasan dan ketabahan Anda. Selamat ya, Allah memberi perhatian lebih kepada Anda. Dan untuk Anda yang tercipta sempurna (alhamdulillah demikian pula saya), kita tambah rasa syukur kita pada Nya. Karena Dia memang berhak dan kita wajib sebagai wujud rasa terimakasih kita padaNya. Alhamdulillahi rabbil ’alamin.

0 komentar:

Posting Komentar