Selasa, 07 Februari 2012

Hukum Kekekalan Rasa

Barangkali, perasaan cinta itu seperti air yang tertampung di telaga hati. Ia akan diam dan tetap menjadi air selama bara tak nyala menghangatkan. Begitu ada panas yang meruap, cinta akan terkonversi menjadi uap yang menggelegak.

Namun sayangnya molekul uap punya kerapatan yang jauh lebih longgar daripada molekul air. Bila bara berhenti menghangatkan, molekul rasa semakin lama akan mendingin dan mengembun.

Embun yang luruh di pucuk-pucuk daun dan kembali tertampung di telaga hati. Kembali menyatu menjadi air. Menjadi cinta yang terpendam.

Karena itulah cinta selalu membutuhkan bara.

Seperti halnya hukum kekekalan energi, rasa cinta juga tak dapat
diciptakan atau dimusnahkan. Rasa cinta hanya dapat berubah dari bentuk
satu ke bentuk yang lain.

Mungkin sedang bertransformasi dari air menjadi uap atau dari uap menjadi embun. Lalu kembali pulang ke telaga hati. Dimana terkumpul rasa cinta yang lebih tulus : kasih sayang.

Hanya saja, perubahan ini adalah siklus kehidupan. Kita tak pernah tahu apakah rasa itu kembali menguap atau tetap terperangkap di kedalaman telaga.

Biarkan Dia yang bertitah kita mengamini saja.

0 komentar:

Posting Komentar