Rabu, 06 Juni 2012

Pilihlah Makananmu

Makanan yang Halal

Pada dasarnya, semua makanan hukumnya mubah kecuali yang jelas diharamkan oleh Allah. Namun terkadang, ada pula makanan yang masih syubhat atau kurang jelas halal-haramnya. Maka untuk yang seperti ini, kita harus mencari tahu fatwa-fatwa yang telah disampaikan oleh para alim ulama. Apabila masih ragu, maka yang terbaik adalah menghindarinya. Toh masih banyak kan jenis makanan lainnya?

Selain halal zatnya, makanan juga harus halal cara memperolehnya. Bukan hasil mencuri, merampas, uang yang dipakai untuk membelinya pun, berasal dari uang yang halal. Maka halal di sini akan mengantarkan kita kepada sebuah kehidupan yang beradap dan menjaga kebaikan diri setiap manusia.


Mengapa memakan makanan yang halal ini menjadi sangat penting untuk kita pahami? Karena mengkonsumsi makanan yang halal lagi baik akan memberikan pengaruh yang signifikan dalam proses pembersihan jiwa, terkabulnya do’a dan diterimanya amal ibadah. Sebaliknya, mengkonsumsi makanan yang haram, akan menghalangi terkabulnya doa dan diterimanya ibadah. Sebagaimana sebuah riwayat

Sesudah itu, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan keadaan seseorang yang sedang dalam perjalanan jauh. Orang tersebut rambutnya kusut, tubuhnya penuh debu, menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya memanjatkan (permohonan do’a) : ‘Wahai, Rabb-ku, wahai Rabb-ku”, namun makanannya haram, minumannya haram dan pakaiannya haram. Dia tumbuh dengan makanan yang haram, bagaimana mungkin dikabulkan?

Apa saja yang makanan yang diharamkan?


Dalam Al Qur’an jelas disebutkan makanan yang haram dikonsumsi, antara lain dalam QS Al Maidah : 3, Al-Baqarah : 173, Al-An'am: 145, dan An Nahl : 115, Al Baqarah : 219, dan Al Maidah : 90-91.

Diharamkan bagimu (memakan)bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah,yang tercekik,yang terpukul,yang jatuh,yang ditanduk,diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu)yang disembelih untuk berhala
. (Al-Maidah: 3)

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfa'at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa'atnya. (Al Baqarah : 219)
Ibnu Taimiyah dalam Majmu Fatawa menyampaikan bahwa Allah mengharamkan makanan-makanan yang buruk lantaran mengandung unsur yang dapat menimbulkan kerusakan, baik pada akal, akhlak ataupun aspek lainnya. Keganjilan prilaku akan nampak pada orang-orang yang menghalalkan makanan dan minuman yang haram tersebut, sesuai dengan kadar kerusakan yang terkandung (dalam makanan tersebut). Seandainya, mereka tidak mencari-cari alasan takwil (sebagai pembenaran), niscaya sudah pantas untuk ditimpa siksa (dari Allah). 

Jadi penting bagi kita untuk menjauhkan diri dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah. Karena sudah jelas bahayanya bagi tubuh, akal, dan akhlak kita.

Makanan Yang Baik


Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.
 (Al Baqarah 172)

Dalam Qur’an Surat Al Baqarah: 168 dan Al Maidah ayat 88, kata halal juga disandingkan dengan kata thoyyib (baik). Baik bisa diartikan dengan makanan yang bergizi dan mempunyai fungsi yang baik untuk kesehatan tubuh. Karena kesehatan sangat penting bagi kita untuk bisa beraktivitas dan beribadah. 

Makanan yang baik juga terjaga kebersihannya. Selain itu, baik menjadi relatif bagi setiap orang karena kondisi tubuh yang berbeda satu sama lain. Misalnya orang yang sakit diabetes, maka makan makanan manis-manis menjadi kurang baik untuknya. Berbeda halnya dengan orang yang dalam keadaan normal/sehat.


Bisa dibaca di sini

0 komentar:

Posting Komentar