Rabu, 18 Juli 2012

Geometri


Masih puisi Pak Taufik Ismail. Kali ini berjudul Geometri. Tahu?

Dari titik ini
Sedang kita tarik garis lurus
Ke titik berikutnya

Segala komponen
Telah jelas. Dalam soal
Yang sederhana


Kalau puisi Arithmetik Sederhana mengingatkanku pada pelajaran matematik, puisi ini justru menyadarkanku tentang pelajaran hidup. Kehidupan setiap manusia di dunia ini diawali dari sebuah titik, yaitu kelahiran. Dan ada titik lain yang –baik secara sadar maupun tidak sadar- sedang dituju oleh manusia dalam rangka mengakhiri kehidupannya di dunia. Dan garis, dalam definisi matematik, adalah kumpulan dari titik-titik.

Itu artinya, sepanjang kehidupan kita dari lahir sampai mati berisi momen-momen, entah itu bahagia, sedih, kecewa, berhasil, gagal, dan momen-momen berharga yang membuat kita belajar tentang kehidupan, yang membuat kita menjadi dewasa dan bijaksana (kecuali yang tidak mau belajar). Dan setiap titik yang menyusun garis itu terdiri atas mikro titik yang berkumpul. Itu artinya, setiap nafas yang kita tarik dan kita hembuskan, setiap detak jantung kita memompa darah, setiap kedipan mata kita , setiap kontraksi dan relaksasi otot kita, adalah sebuah mikro momen yang mendukung terjadinya momen dalam hidup kita. Maka sesungguhnya setiap detik waktu hidup kita adalah momen, sesuatu yang tak tergantikan apalagi terulang. Komponen itulah yang menyusun dimensi kehidupan kita. Secara makro, yang kita alami memang tampak sederhana, tapi secara mikro sangatlah kompleks. Jadi seharusnya banyak pelajaran yang bisa kita dapat dari perjalanan kita menyusuri titik keberangkatan hingga titik akhir kita.

Subhanallah, Maha Suci Allah yang sudah menciptakan kehidupan kompleks yang sederhana.

0 komentar:

Posting Komentar