Rabu, 06 Juni 2012

Bijak Mengkonsumsi Karbohidrat

Konsumsi energi yang berlebihan dalam rentang waktu yang lama akan menyebabkan kegemukan. Tetapi apabila konsumsi energi kurang, maka cadangan energi dalam tubuh yang berada dalam jaringan otak/lemak akan digunakan untuk menutupi kekurangan tersebut. Apabila hal ini berlanjut, maka dapat menurunkan produktivitas. Pada wanita, terlalu kurus juga dapat menyebabkan gangguan reproduksi, seperti menstruasi yang tidak lancar.

Yang perlu diingat adalah kurus dan gemuk terkadang juga berkaitan dengan faktor genetik. Oleh karena itu, belum tentu orang kurus karena kurang makan. Tetap perhatikan jumlah kalori yang dikonsumsi agar tubuh tetap sehat. Sebaliknya, ada orang yang secara genetik cenderung gemuk. Tidak perlu khawatir. Bila memang ditakdirkan bertubuh besar/gemuk, jagalah tubuh dengan memperhatikan pola makan dan berolahragalah secara teratur. Di luar persepsi kurus atau gemuk, yang terpenting adalah Anda merasa sehat secara jasmani dan rohani.


Terdapat dua kelompok karbohidrat, yaitu karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Makanan sumber karbohidrat kompleks adalah padi-padian (beras, jagung, gandum); umbi-umbian (singkong, ubi jalar, kentang); dan makanan lainnya seperti tepung, sagu, dan pisang. Sedangkan gula, sirup, madu termasuk karbohidrat sederhana. 
Proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat kompleks di dalam tubuh berlangsung lebih lama dari pada karbohidrat sederhana. Sehingga dengan mengkonsumsi karbohidrat kompleks, orang tidak segera merasa lapar. Makanan sumber karbohidrat ini harus dibatasi konsumsinya sekitar 50-60% dari kebutuhan energi agar masih ada ruang untuk mengkonsumsi zat pengatur dan pembangun yang juga menyumbangkan energi walaupun dalam jumlah relatif kecil. Apabila energi yang diperoleh dari makanan sumber karbohidrat kompleks melebihi 60%, maka kebutuhan protein, vitamin dan mineral sulit dipenuhi karena seseorang sudah merasa terlalu kenyang untuk mengkonsumsi makanan yang lain.


Bisa dibaca di sini

0 komentar:

Posting Komentar