Senin, 16 Februari 2015

Koin Dira

“Haduh panasnya,” keluh Dira sambil menyeka peluh.

Dia melemparkan timba ke dalam sumur. Namun karena tak berpengalaman, timba itu hanya terisi air separuhnya saja. Sambil melongok ke sumur, Dira menarik timba itu naik. Tak ada katrol yang mempermudah usahanya.

Usai mencuci muka dan kedua tangannya, Dira mengguyurkan air ke kedua kakinya.


Klinting!

Wajah Dira berseri-seri ada sebuah koin ikut menghambur dari dalam timba.

“Koin seribu!” pekiknya tertahan.

Ia tak mau sampai ketahuan teman-teman yang sedang berdiri tak jauh darinya. Dira segera memungut uang itu dan memasukkannya ke dalam saku celana pendek merahnya.

Sambil bersiul Dira memakai sepatu dan segera berlari ke kantin. Kerongkongannya sudah kehausan sehabis berteriak-teriak di lapangan bola saat olahraga.

“Lumayan, uangku seribu. Dapat nemu seribu lagi. Bisa dapat seplastik es campur dan dua potong gorengan.” Batinnya senang.

“Es campurnya satu,” ucap Dira.

Sambil menunggu esnya, Dira mencomot pisang goreng ibu kantin. Dia makan dengan lahap. Karena banyak yang antri, Dira belum juga mendapatkan esnya. Dia mengambil lagi sepotong bakwan jagung.

“Ini esnya,” Ibu kantin menyodorkan seplastik es campur yang segar.

Dira merogoh saku celananya. Seribu. Dira merogoh lagi saku bajunya. Seribu.

“Hah, mana yang seribu lagi?” gumam Dira panik. Tapi kantong bajunya kosong.

“Jangan-jangan … “ Dira menggaruk kepalanya.

“Esnya tidak jadi bu. Ini tadi saya makan gorengan dua.” Ujarnya sambil menyerahkan  koin seribunya. Dira berlalu menahan malu.

“Huh! Pasti uang yang jatuh di sumur tadi uangku sendiri,” rutuknya.


*FF ini pernah diikutkan di GA nya Mbak Nelfi Syafrina

0 komentar:

Posting Komentar