Rabu, 25 Mei 2011

Asa Pertanian Indonesia

Rasanya iri melihat kemajuan pertanian di negara dengan keterbatasan wilayah dan iklim. Sementara kita dengan wilayah luas dan iklim yang mendukung, justru mengalami ketertinggalan. Aplikasi teknologi pertanian modern yang ramah lingkungan tampaknya belum bisa diterapkan secara menyeluruh. Tanah kita semakin kritis karena jenuh oleh bahan kimia pertanian. Hama semakin resisten karena teknik pemberantasan yang kurang tepat. Belum lagi citra ‘kelas dua’ profesi petani dan kebijakan pemerintah membuat pertanian kita semakin berat mengejar kemajuan yang dicapai negara lain.

Kenyataan ini tidak semestinya membuat kita kehilangan semangat. Indonesia yang pernah digaungkan sebagai negara agraris bisa kembali berbangga asal ada usaha dari seluruh komponen bangsa. Kekayaan sumber daya alam yang kita miliki adalah modal utama.


Tetapi itu saja tidak cukup. Dukungan lembaga penelitian maupun institusi pendidikan yang berbasis pertanian sangat diperlukan. Peran penyuluh pertanian sebagai jembatan informasi juga penting. Campur tangan pemerintah dalam kebijakan dan penyiapan sarana prasarana tak bisa dielakkan.

Pertanian perlu diperkenalkan sejak dini kepada generasi muda. Dan tentunya peran kita sebagai konsumen, menumbuhkan kembali kecintaan terhadap ‘hasil kebun sendiri’ (produk lokal). Sehingga tak ada yang kelaparan di lumbung padi sendiri. Dengan usaha ini kita berharap bisa mengembalikan potensi agraris Indonesia. Berawal dari tangan kitalah, asa itu akan mengalir menjadi nyata.

*) Juara dalam Lomba Menulis Artikel Singkat (L-MAS) : Asa Untuk Bangsaku yang diadakan oleh Writing Revolution

0 komentar:

Posting Komentar