Jumat, 28 Agustus 2015

Nusantara Bertutur : Bucenik Kiara


Alhamdulillah 23 Agustus 2015 lalu, cerita ini dimuat di Koran Kompas di rubrik Nusantara Bertutur. Temanya saat itu adalah memperingati Hari Anak Jakarta Membaca.



Bucenik Kiara
Oleh Dian Sukma Kuswardhani

Kiara heran melihat teras rumah pamannya berantakan. Ada kardus, kaleng, botol, bertebaran dimana-mana. Tapi pemilik rumah malah tidak kelihatan batang hidungnya.

“Cang!” panggil Kiara. Karena Kiara orang Betawi, ia memanggil pamannya dengan sebutan Encang.
Kiara melangkah masuk ke dalam rumah. Dia mendapati pamannya sedang membongkar tumpukan koran di gudang.
“Ki, bantuin Encang beberes yak?” pinta Encang.
“Banyak banget korannya. Mau diapain, Cang?” tanya Kiara.
Kiara meletakkan bungkusan makanan yang ia bawa untuk Encang di atas meja makan. Rendang jengkol buatan ibunya.
Ternyata koran-koran lama Encang mau dijual ke pengepul barang bekas. Begitu juga barang-barang yang berserakan di teras rumah.
Kiara membantu Encang menyusun koran untuk diikat. Tanpa sengaja, Kiara membaca sekilas sebuah cerita yang menarik di koran. Ada cerita anak-anak di lembar yang dipegang Kiara. Judulnya Sepatu Bobi. Kiara membaca sambil terkikik geli karena ceritanya yang lucu.
“Cang, ada cerita begini lagi enggak?” tanya Kiara menyodorkan lembaran korannya kepada Encang.
“Oh, ini ada di koran yang hari Minggu,” jawab Encang.
“Kalau begitu, koran yang hari Minggu buat Kiara aja ya, Cang,” pinta Kiara.
Kiara langsung memekik kegirangan saat Encang mengizinkannya mengambil semua koran hari Minggu. Setelah selesai membantu Encang, Kiara bergegas pulang. Di boncengan sepedanya ada setumpuk koran hari Minggu.
Begitu sampai di rumah, Kiara memilah halaman koran dengan cerita anak-anak. Kiara memotongnya dengan rapi.
Rupanya, Kiara mengumpulkan cerita anak-anak di koran bekas dari Encang. Kiara mau menyatukannya menjadi buku. Dia bahkan membuat daftar isi, sampul, dan menjilidnya.
“Lihat, Bu! Bucenik Kiara! Buku cerita unik,” seru Kiara memamerkan hasil kerjanya.
“Wah, bagus! Dapat ide darimana membuat bucenik ini, Ki?” tanya Ibu sambil membuka-buka bucenik Kiara.
“Dari buku yang pernah Kiara pinjam di perpustakaan,” jawab Kiara senang.
Sekarang, Kiara mau membaca semua cerita di buceniknya. Besok, Kiara akan membawanya ke sekolah. Teman-teman pasti juga suka membaca buku cerita uniknya.

Cerita ini juga bisa dibaca di sini.

0 komentar:

Posting Komentar